Translate

Sabtu, 15 September 2012

Persiapan Naik Haji Bagi Lansia

Rangkaian kegiatan ibadah haji memerlukan fisik dan mental yang kuat. Bagi jemaah haji yang sudah tergolong lanjut usia (lansia) diperlukan persiapan khusus supaya kesehatan dan ketahanan fisik selalu prima.

Selama 6-7 hari melakukan rukun utama haji, jemaah harus bergerak aktif sejauh lebih dari 96 kilometer. Aktivitas fisik yang tinggi pada jemaah haji bisa menurunkan tingkat ketahanan jantung atau pernapasan, serta otot-otot dan tulang yang bisa menyebabkan kelelahan.

"Jemaah haji yang berusia di atas 60 tahun lebih rentan infeksi, cedera, mengalami masalah psikologis, serta memerlukan bantuan khusus," kata dr.Nina Kemala Sari, Sp.PD, dari divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM di Jakarta (13/9/12).

Selain faktor usia dan rendahnya tingkat ketahanan fisik, para lansia juga memiliki bentuk telapak kaki yang datar atau leper sehingga mereka mudah lelah jika berjalan atau berdiri terlalu lama.

Bila kaki terlalu leper maka akan sulit saat melangkah karena fungsi lain kaki sebagai sistem pengungkit tidak berfungsi maksimal. Dalam keadaan itu dibutuhkan kontraksi otot yang lebih kuat untuk mengangkat tubuh. Jika fisik tidak terlatih maka akan mudah lelah.

"Orang dengan berat badan berlebih juga akan merasa tidak nyaman di tungkai. Penggunaan sepatu yang salah atau aktivitas menapak kaki yang berlebihan akan meningkatkan keluhan ini," kata Nina.

Untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat, Nina menyarankan agar jemaah haji yang tergolong lansia menyiapkan diri sejak di tanah air. Latihan bisa dilakukan dengan intensitas ringan namun berlatih teratur.

Latihan kontinyu sebaiknya dimulai minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. "Latihan kontinyu yang dilakukan sejak jangka waktu tersebut energinya bisa bertahan 1-2 bulan," katanya.

Dalam berlatih, selalu lakukan pemanasan dan pendinginan. Fungsi pemanasan akan meningkatkan efisiensi sirkulasi darah dan meningktakan fleksibilitas.

Sementara itu untuk mengurangi kelelahan akibat kondisi kaki yang leper, Nina menyarankan agar memilih alas kaki yang memiliki insol (alas di bagian dalam sepatu). Alas kaki demikian akan menghemat energi selama berjalan dan memperbaiki fisiologi kaki sehingga daya ungkit saat berjalan meningkat.

Bagi jemaah haji yang kakinya normal juga sangat bermanfaat karena siklus berjalan menjadi lebih dinamis dan ergonomis sehingga menghemat energi dan terhindar dari kelelahan akibat aktivitas berjalan yang tinggi selama di tanah suci.

0 komentar:

Posting Komentar